Kekuatan dan Fondasi Hidup
Pengkhotbah
11:9
Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa
mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah
bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
Amsal
20:29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan
orang tua ialah uban.
Amsal
22:6
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun
ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Masa muda, inilah satu periode transisi seorang
manusia dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Inilah waktu di mana
seseorang memiliki perkembangan yang pesat akan pemikiran abstrak, penemuan
identitas diri secara psikologis, dan keinginan untuk dapat hidup mandiri.
Inilah suatu masa di mana seseorang dipenuhi dengan kekuatan dan vitalitas,
sekaligus menghadapi badai, konflik, dan stress. Inilah satu periode dalam
hidup manusia ketika aspek kekuatan fisik menjadi begitu memuncak. Kitab Amsal
dengan jelas menyatakan bahwa kekuatan inilah yang menjadi keunikan dari orang
muda. Tidak heran, jika hal ini akhirnya menjadi modal utama bagi pemuda/i
untuk melakukan eksplorasi, mencoba hal-hal baru, dan berkomunikasi secara
intens dengan orang-orang di sekitarnya (khususnya teman sebaya). Dari sanalah
akhirnya pemuda/i dapat semakin mengenal diri (termasuk seluruh potensi,
talenta, dan kelemahan dirinya) dan membangun konsep realitas lingkungan di
sekitarnya.
Kitab Pengkhotbah sudah memberikan peringatan bahwa
hidup pemuda/i akan menghadapi gejolak keinginan hati dan pandangan mata.
Ditambah keinginan kuat untuk hidup berdikari maka teriakan untuk menuntut
kebebasan yang cenderung berujung pada keliaran kerap kali terlontar dari hati
dan mulut pemuda/i. Hal ini dilihat dengan jelas oleh sang Pengkhotbah. Maka ia
melanjutkan agar orang muda harus sadar bahwa segala hal yang dilakukannya,
akhirnya harus ia pertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Allah. Kekuatan dan
dorongan kebebasan yang begitu bergejolak dalam diri orang muda harus dikontrol
dengan kesadaran akan panasnya murka Allah dan kedahsyatan takhta
penghakiman-Nya.
Dari perspektif Amsal 22, masa muda adalah
waktu-waktu krusial di mana seseorang menetapkan fondasi, jalan, dan arah
hidupnya. Inilah masa di mana seseorang seharusnya menerima seluruh pengajaran
dan prinsip kebenaran yang akan terus ia pegang erat seumur hidup. Jika masa
tersebut diisi dengan segala hal yang berharga, berbobot, dan bermutu, maka
arah hidup orang tersebut akan jelas dan bahkan sampai masa tua ia akan tetap
mengikuti jalan tersebut. Dalam salah satu khotbahnya, Pdt. Dr. Stephen Tong
menjelaskan bahwa periode terakhir dalam hidup seseorang di mana ia benar-benar
memikirkan kepercayaan yang akan dipegangnya seumur hidup adalah pada umur
18-19 tahun. Jika periode itu lewat, sangat jarang seseorang kembali memikirkan
mengenai arah iman dan kepercayaannya secara komprehensif. Maka dari itu,
sangatlah krusial bagi seorang muda untuk memperhatikan apa yang mengisi dan
membentuk hidupnya. Sebab hal itu akan memiliki dampak langsung sampai ke
penghujung hayatnya, bahkan sampai pada kekekalan.
Kurang Pengalaman/Pengetahuan dan Idealis
I
Raja-raja 3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku,
Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku,
sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar